Kerjasama Fkis dan Pesantren di Thailand

Untuk kesekian kalinya Fakultas Keislaman UTM menginisiasi digelarnya kesepakatan kerjasama lintas negara. Kali ini penandatanganan nota kerjasama dilakukan dengan sebuah lembaga pendidikan Islam (pondok pesantren) bernama Siritham Wittaya Foundation yang terletak di provinsi Narathiwat, Thailand Selatan.
Tuan Guru Dr. Haji Muhammad Sulhan Lamatha, pengasuh dari lembaga tersebut berkenan hadir langsung ke UTM untuk bersilaturrahmi, melakukan penjajakan dan penandatanganan kerjasama strategis antara kedua lembaga. Pendakwah muda yang merupakan mantan presiden Asosiasi Mahasiswa Muslim Thailand tersebut tampak gembira dan bersemangat menerima sambutan hangat dari pihak FKIS.
Sebelum mengisi sesi kuliah dan diskusi bersama sivitas akademika FKIS, beliau juga sempat berkunjung dan beramah tamah terlebih dahulu dengan rektor UTM di ruangan rektor. Dalam pemaparannya di depan para dosen dan tendik, beliau banyak menjelaskan pengalaman lembaga yang dipimpinnya serta sejarah panjang perjalanan agama Islam di Thailand. Walaupun masih minoritas dari segi jumlah populasi, menurutnya pemerintah Thailand sangat memberikan ruang dan keleluasaan bagi perkembangan dakwah Islam oleh komunitas muslim di Thailand.
Pada kesempatan tersebut Tuan Guru Sulhan juga sangat mengapresiasi atas program yang dirintis oleh FKIS berupa lembaga Halal Center. Pada kegiatan penelitian di bidang halal ini beliau berharap ada kerjasama dan hubungan erat ke depan antara lembaga yang dipimpinnya dengan Halal Center FKIS baik berupa penelitian, pertukaran dosen atau mahasiswa maupun di aspek yang lain.
Di akhir acara yang berlangsung pada 17 Oktober 2019 ini, selain diisi dengan pemaparan kuliah tamu bertajuk “Peta Peluang dan Tantangan Industri Halal di Thailand” serta diskusi yang dipandu oleh Wadek II FKIS juga dilakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama (MoA) antara kedua institusi serta penyerahan cinderamata dari masing-masing pihak. Dekan FKIS, Shofiyun Nahidloh menyatakan siap sepenuhnya guna berkolaborasi dan mendorong terciptanya pelbagai bentuk kerjasama di masa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *