Seminar dan Launching Halal Center Fakultas Keislaman

Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar dunia tentu menjadi suatu keharusan masyarakatnya mendapat perlindungan dan jaminan dalam melaksanakan hak dan kewajibannya, seperti hak mendapatkan jaminan dalam menkonsumsi berbagai kebutuhan halal baik makanan maupun kebutuhan lainnya. Hal tersebut juga sebagai implementasi dari lahirnya UU RI No. 33 Tahun 2004 tentang jaminan produk halal yang akan dikonsumsi atau digunakan masyarakat khusunya muslim.

Lahirnya Halal Center yang digagas Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura (UTM) adalah upaya merespon peluang besar yang seharusnya dikembangkan di Indonesia dengan moyoritas muslim dunia seperti produk-produk halal dan wisata makanan halal yang dikembangkan oleh negara-negara yang mayoritas non muslim. Launching Halal Center yang bertempat di Aula Graha Utama lt.10 pada 23/01/2018 tersebut diharapakan dapat menjadi motor berkembangnya produk halal yang menjamin masyarakat muslim dalam menjalankan aktivitas sesuai dengan tuntunan agama.

Rektor UTM Dr. Drs. Ec. H. Muh Syarif, M.Si yang membuka acara tersebut mengapresiasi Seminar dan Launching Halal Center yang di gagas oleh Fakultas Keislaman yang menghadirkan Direktur Pusat Kerjasama dan Standarisasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Dr. Nifasri, M.Pd., sebagai sumbangsih nyata pada perkembangan produk halal di Madura dan Nasional. “Halal Center ini menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan, sebab kita berada di negara yang mayoritas muslim, maka ini sangat baik bagi institusi kita dalam memberikan sumbangsih pada masyarakat dan menjadi motor dalam pengembangan produk halal ke depan”. Ungkapnya

Lebih lanjut Dr. Drs. Ec. H. Muh Syarif, M.Si juga berharap ada tindak lanjut dan kegiatan yang terus dikembangkan mengingat strategisnya peran Halal Center nantinya dalam memberikan pemahaman dan mengawal masyarakat untuk turut berpartisipasi sebagai mitra agar jaminan produk halal benar-benar dirasakan, sebab menurutnya diera yang serba modern ini masyarakat seakan-akan sudah tidak peduli halal atau tidaknya sebuah produk baik yang dikonsumsi atau yang yang digunakan. Imbuhnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keislaman Shofiyun Nahidloh, S.Ag., M.H.I menyampaikan dalam prolognya sebagai latar belakang lahirnya Halal Center menyampaikan bahwa menyambut visi-misi UTM dengan enam sektor yang telah di kembangkan, maka kami mendukung dan menjadi bagian dalam merealisasakannya baik dengan penelitian dan pengabdian kepada msyarakat melalui pendekan multidisipliner ilmu pengetahuan yang ada di UTM. Terangnya

Disesi yang sama, Dr. Nifasri, M.Pd., dalam materinya lebih banyak menyampaikan alur legalitas pembentukan Kelembagaan Jaminan Produk Halal dan pentingnya pengembangan produk halal di Indonesia tersebut menuturkan bahwa pengawasan terhadap produk halal di Indonesia masih cukup rendah, sehingga masih sangat banyak produk-produk yang keluar masuk tanpa terjamin ke halalannya. Bahkan menurutnya Indonesia masih menduduki empat besar pengawasan terhadap produk halal, padahal penduduk dengan mayoritas muslim terbesar. Paparnya

Ia juga menambahkan bahwa wisata halal di Indonesia masih kalah dengan singapura, melihat Negara tetangga yang begitu masif dalam mengembangkan berbagai produk dan tempat wisata halal maka sesungguhnya peluang besar untuk dikembangkan di Indonesia. Tambahnya

Disamping itu ia juga berharap, Halal Center yang ada di UTM nantinya dapat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang berlanjut seperti pelatihan, work shop, membuat produk halal, bahkan membina dan membangun UMKM kecil dengan produk terjamin halal. Sebab menurutnya untuk membangun produk halal bisa di mulai dari pembinaan UMKM kecil. Imbuhnya

Dikonsep dengan Focus Grup Discussion (FGD), Seminar dan Launching Halal Center yang berlangsung aktif tersebut menghadirkan juga Ketua MUI Bangkalan KH. Syarifuddin, Pusat Kajian Halal ITS Dr. Fredy Kurniawan, S.Si.,M.Si, Pusat Kajian Halal UIN Malang Begum Fauziyah, M.Farm, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi, dan Dinas Koperasi Kabupaten Bangkalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *